Tentang Kelurahan
Sejarah Awal
Asal-usul Baler Bale Agung berkaitan erat dengan perkembangan wilayah Kota Negara pada masa pemerintahan tradisional dan kolonial Belanda. Pada akhir abad ke-19, masyarakat di wilayah ini dikenakan upeti atau pajak berdasarkan jumlah pohon kelapa dan hasil sawah yang dimiliki. Untuk memudahkan administrasi, penduduk dikelompokkan ke dalam beberapa banjar.
Tiga banjar awal yang menjadi cikal bakal wilayah ini adalah:
- * Banjar Kajanan (utara Pura Bale Agung)
- * Banjar Tengah
- * Banjar Kelodan
Ketiga banjar tersebut berada dalam wilayah Desa Negara dan dipimpin oleh seorang prebekel.
Dari Desa Dajan Bale Agung Menjadi Baler Bale Agung
Pada sekitar tahun 1910, Banjar Kajanan berkembang menjadi Desa Dajan Bale Agung. Wilayahnya kemudian meliputi Banjar Kajanan, Banjar Kebonan, Banjar Pangkung Jajung, dan Banjar Cibunguran yang ditambahkan pada tahun 1915.
Pada tahun 1922, Pemerintah Hindia Belanda melakukan klasifikasi tanah untuk kepentingan pajak bumi (landrent). Sejak saat itu, nama Desa Dajan Bale Agung resmi berubah menjadi Desa Baler Bale Agung.
Perubahan wilayah juga dilakukan:
- Banjar Kajanan dan Banjar Cibunguran digabung menjadi Banjar Bale Agung.
- Banjar Pangkung Jajung dan Banjar Kebon digabung menjadi Banjar Kebon.
Perkembangan Wilayah
Seiring pertumbuhan penduduk, wilayah Baler Bale Agung berkembang dengan pembukaan:
- Banjar Pangkung Manggis
- Banjar Pangkung Gayung
Wilayah ini juga berkembang sebagai kawasan pertanian yang mendapat pasokan air dari Sungai Ijo Gading dan didukung oleh organisasi subak yang sudah ada sejak sebelum tahun 1890.
Menjadi Kelurahan
Pada tahun 1980 masyarakat membangun Pura Taman di tepi Sungai Ijo Gading. Kemudian, sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, Desa Baler Bale Agung resmi berubah status menjadi Kelurahan Baler Bale Agung pada tanggal 3 Juni 1981. Lurah pertama adalah I Nyoman Sentra, yang sebelumnya menjabat sebagai prebekel (kepala desa).
Baler Bale Agung Saat Ini
Saat ini Baler Bale Agung merupakan salah satu kelurahan utama di Kecamatan Negara yang memiliki posisi strategis di pusat Kota Negara. Selain memiliki wilayah administratif kelurahan, kawasan ini juga memiliki Desa Adat Baler Bale Agung yang aktif menjaga adat, budaya, dan kegiatan sosial masyarakat.
Pada tahun 2025, Kelurahan Baler Bale Agung berhasil meraih predikat Kelurahan Terbaik Provinsi Bali, berkat berbagai inovasi pelayanan masyarakat, lingkungan, dan pemberdayaan warga.
Data Singkat
- Nama: Kelurahan Baler Bale Agung
- Kecamatan: Kecamatan Negara
- Kabupaten: Kabupaten Jembrana
- Provinsi: Bali
- Status menjadi kelurahan: 3 Juni 1981